Bismillahirrahmanirrahim

Dalam menulis, ada tips menarik ketika kita bertanya,

“Apa yang perlu ditulis lagi, saat ide sudah mentok? Saat bahan untuk membahas fenomena sudah habis?”

Jawabannya adalah dengan melihat benda!

Apa maksudnya?

Begini, benda di sekitar kita, itu punya sejarah, punya kisah tersendiri. Karena itulah, di saat melihat objek, ada inspirasi untuk menuliskan sejarahnya

Seperti melihat sebuah buku di rumah maka bisa saja buku itu punya cerita sendiri. Dari mana buku itu? Beli dimana? Hadiah dari teman kah? Ataukah dari hadiah perlombaan? Itu bisa dituliskan kembali!

Yang jelas, berikan hikmah dari kisah buku tersebut, supaya tidak kehilangan value-nya.

Lihat tas di rumah. Pasti ada sejarahnya. Mungkin saja Itu hadiah dari orang tua ataukah dari suami suami atau istri. Itu juga bisa dituliskan.

Contoh kalimatnya, “Tahun lalu, saya diberikan hadiah pada saat yang tak diduga…”

Yang jelas, ada yang bisa kita tulis, tanpa melupakan hikmah yang terkandung di dalam peristiwa.

Di tempat kerja, mungkin saat mengeluarkan pulpen atau alat menulis yang lain, juga punya cerita tersendiri.

So, tidak ada sebenarnya bagi penulis itu, yang tidak bisa dituliskan. Semua bisa menjadi inspirasi dan menambah semangat. Menuliskan hal-hal yang sebenarnya cukup sederhana, namun memiliki kisah tersendiri.

Intinya, wajib pribadi kita, miliki kepekaan. Sebab, inspirasi bisa ditulis dengan melihat hal sederhana.

Saat berkendara, ada inspirasi.
Saat di rumah, ada inspirasi
Saat di kantor, ada inspirasi.

Semua bisa menjadi khazanah hangat dalam tulisan. Jadi, tidak ada istilah kebuntuan dalam menulis. Yang ada, semangat!

Barakallah fikum

✏Abu Abdirrahman
🌴 _Menulis dengan Cara Bicara_