fbpx

 

Sang ayah dan anak berjalan agak cepat di belakang saat saya wudhu. Mereka ternyata menuju ke WC masjid.

“Nak, baca doa masuk WC!” sang ayah menahan anaknya di depan pintu WC, Masjid Nur Miyazaki.

“Allohumma inni audzu bika..,” tuntun ayahnya.

“..minal khubutsi wal khobaits,” tutup si anak.

Si anak pun masuk ke dalam WC.

Indah dialog ini. Percakapan pendidikan yang apik. Ada yang meningatkan dan ada yang menyempurnakan.

Apalagi dialog ini dibangun antara orang tua dan anak.

Saya senang sekali jika dialog macam ini masih ada. Sebab, itu tanda kebaikan sebuah keluarga. Saling mengingatkan. Apalagi ihwal ini adalah sunnah Rosululoh shollallohu alayhi wasallam.

Persoalan mikro sebenarnya. Tentang masuk WC semata. Tapi, kadang yang seperti ini, kita sebagai orang tua masih “kecolongan”. Tidak ambil bagian untuk mengingatkan anak.

Alih-alih menginatkan anak, barangkali kita sendiri lupa baca doa. Semoga tidak.

Sunnah mikro, entah doa masuk WC, masuk masjid, keluar masjid, masuk rumah, dsb, harusnya terus membumi. Sebab inilah tanda kecintaan kita kepada Rosululloh shollallohu alayhi wasallam. Kita tengah meneladani Nabi.

Karena memang pada sosok Nabi kita, ada teladan yang baik.

Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.”
(Qs. Al Ahzaab: 21)

Nabi shollallohu alayhi wasallam pun teladan buat kita selaku orang tua. Agar terus memandu anak beramal shalih.

Dari sahabat Umar bin Abi Salamah radhiallahu ‘anhu, ia mengisahkan,

Dahulu ketika aku masih kecil, bila aku sedang makan, tanganku menjulur ke segala sisi piring maka Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,

‘Hai nak, bacalah bismillah, dan makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari sisi yang terdekat darimu.’

Maka semenjak itu, itulah etikaku ketika makan.”
(Muttafaqun ‘alaih)

Mari…

Mari kita menjadi sebab kebaikan untuk anak. Membangun hubungan erat. Mendidik anak sesuai panduan Islam. Agar kelak Allah subhanahu wa ta’ala mengumpulkan kita di tempat yang sama di dalam surga.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَٱتَّبَعَتۡهُمۡ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَٰنٍ أَلۡحَقۡنَا بِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَمَآ أَلَتۡنَٰهُم مِّنۡ عَمَلِهِم مِّن شَيۡءٖۚ

“Orang-orang yang beriman dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, maka Kami gabungkan anak keturunan mereka dengan mereka dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka.”
(ath-Thur: 21)

✏Kusnandar Putra

#doa
#anak