Menyimak dengan baik tentor/dosen bahasa Arab dalam mengajar sangat dibutuhkan bagi penuntut ilmu. Karena dengan itu, banyak sekali hal positif bisa diraih. Apakah bisa mendapatkan kosa kata baru, kalimat baru, atau yang lain.

Olehnya itu, ada 4 hal yang perlu disimak:

*1. Simak kalimat atau pertanyaan tentor dalam bahasa Arab.*

Ini urgen sekali. Kalau orang biasa, mungkin hanya berpatokan dengan modul, adapun pertanyaan atau pertanyaan tentor, dicuekin. Padahal ini kesalahan fatal.

Mengapa?

Sesungguhnya, tentor itu punya banyak jam terbang. Sehingga, ada banyak pengalaman dia punya. Penuntut ilmu butuh itu. Dan di modul juga nggak ada, kecuali apa yang keluar dari lisan tentor.

Olehnya itu, kamu harus nulis kalimat baru dari mereka. Yang nggak ada di modul tentunya.

Mungkin saja dia mengatakan:

_Minal bidayah_ >> Saat dia menginstruksikan mengulang dari awal.

_Aina wasolna?_ >> Saat bertanya pelajaran sudah sampai dimana.

_Aini akhoruun?_ >> Saat dia menanyakan dimana siswa lain.

Nah, kamu catat kata-kata jadid (baru) itu. Siapkan memang buku khusus. Karena kamu akan siap-siap mendengarkan puluhan, bahkan ratusan kata segar lainnya.

Mungkin juga ada contoh kisah dari tentor. Ini kamu simak juga. Kamu teliti rangkaian pilihan katanya.

Sampai seolah-olah kamu berkata dalam hati saat mendengar,

“Oh… Kalau katanya ini, begini bahasa Arabnya, ….oh kalau ini… Masyaallah, ini kata sambungnya jika …”

Asyik, kan!

Semua kau catat ya. Karena pengetahuan itu nggak ada di modulmu!

*2. Kamu perhatikan teknik mengajarnya. Buat bekalmu nanti, Bro!*

Setiap tentor/dosen bahasa Arab, beda mekanisme mengajarnya. Ada metode A, ada yang pakai B, dst.

Kamu harus teliti semua. Supaya menjadi patokan buatmu kelak ketika mau mengajar bahasa Arab pula. Minimal buat keluarga.

Ada tentor yang nggak berpacu dengan modul bahasa Arab. Dia langsung praktik saja. Lalu, siswa saling bercakap.

Ada tentor yang kalau muridnya nggak paham, dia pakai pendekatan contoh kata dalam bahasa Inggris.

Ada lagi yang mengajar dengan pendekatan menulis di papan tulisa kembali.

Macam-macamlah.

Intinya kembali ke kamu sendiri. Catat tata cara mereka mengajar. Insyaallah ada hikmahnya, loh.

*3. Simak gerakan tubuhnya.*

Emangnya tentor joget saat ngajar? _Hehe_

Bukan gitu maksudnya, Bro!

Namun, tentor bahasa Arab itu selalu menggerakkan anggota tubuhnyah. Apakah tangan, kaki, dll. Dalam rangka pendekatan pengajaran.

Jarang loh kamu melihat tentor/dosen bahasa Arab itu monoton! Diam hanya di kursi. Biasanya bagus manajemen penguasaan kelasnya.

Olehnya itu, kamu simak gerak tubuhnya.

Misalkan gini, ngajar bahasa Arab “meletakkan” _(wadhoa)_. Nah, dia akan gerakkan tuh tangannya yang memegang benda, lalu meletakkannya ke atas meja.

Jelas, kawan?

Gerakannya itu kamu simak.

Supaya kamu juga makin ngeh. Dan suatu saat pun kamu bisa mengajarkannya.

*4. Kepoin cara dia menulis khot (huruf Arab).*

Ada khot riq’ah, naski, dll

Dosen/tentor punya keahlian masing-masing. Kamu liat mereka dengan baik saat menulis di papan. Perhatikan kapan lekukan huruf lam, ba, ja, dll. Gimana panjang hurufnya, dst-nya.

Kepoin semua.

Lalu, kamu contohin deh!

Jangan hanya menjadi pendengar yang budiman, Bro!

Tapi, jadilah pembelajar yang sejati.

Sip.

đź–ŠAbu Abdirrahman

🔸Ahlussunnah Mengajar
âś…Silakan dishare jika bermanfaat