Saya biasanya merasa aneh jika ada orang tua muslim yang begitu memercayai teori pendidikan gaya Barat.

Entah itu dari psikolog Barat, sosiolog Barat, dst.

Maksudnya gimana?

Jadi gini, Islam itu sudah komplit. Sektor ekonomi ada, sosial ada, dan pendidikan pun dibahas banyak dalam Islam.

Mengapa orang tua tidak kembali kepada agamanya?

Lalu menuju ke teori Barat itu?

“Saya tidak kok, saya tidak percaya sama buku-buku pendidikan Barat. Saya sukanya dari penulis Indonesia saja.”

Ok. Tapi, apakah Anda tahu latar belakang si penulis? Rujukan apa yang dia pakai? Buku teori Barat atau Islam?

Itu perlu didudukkan dulu.

Ambil contoh, kemarin saya ikuti seminar pendidikan. Pematerinya orang Islam. Namun, anehnya bahas keberadaan kecerdaan “musikal” dalam memetakan potensi anak.

Padahal Islam tidak membenarkan lantunan setan itu.

Olehnya itu, bijaklah dalam membaca buku pendidikan. Telitilah kalam pembicara.

Apalagi Anda seorang muslim!

Bukan berarti teori pendidikan Barat mutlak batil.

Tapi, sejauh manakah Anda memahami pendidikan dalam Islam?

Sedalam apa pengetahun Anda tentang pendidikan Luqman Hakim terhadap anak?

Pahamkah Anda mengapa Nabi shollallohu alayhi wasallam mendidik Ibnu Abbas dengan ilmu agama sejak kecil?

Dsb.

Karena….

Apa yang Anda baca dan dengar, kelak menjadi mindet Anda dalam berbuat.

#Think

✏Abu Abdirrahman