Di group WA As-Sunnah Minasa Upa, al-Ustadz Irfan Makku, Lc. sempat mengirim desain dakwah. Isinya jleb,

“Sa’ad bin Abi Waqqash rodiyallohu anhu berkata kepada anaknya,

*”Wahai anakku, jika engkau mencari kekayaan maka carilah dengan sifat qona’ah karena sesungguhnya, ia adalah harta yang tidak pernah habis.*
(Diriwayatkan oleh Ibnu Askir)”

Memang beliau akhir-akhir ini senang meng-creat desain dakwah. Dan isinya, alhamdulillah, jleb.

Salah satunya di atas tadi.

Saudaraku…

Menarik pesan dari Sa’ad bin Abi Waqqosh rohimahulloh. Beliau mendudukkan mindset kekayaan itu sendiri. Bahwa kekayaan itu, bersumber dari sifat qonaah.

Seolah-olah, beliau berpesan, _”Cari uang tanpa berasaskan sifat qona’ah, itu percuma.”_

Omzet 1juta dikejar, kalau tidak qonaah, pasti tidak syukur.

Omzet 500rb, kalau tidak qonaah, pasti mengeluh.

Omzet 200rb, kalau tidak qonaah, pasti kecewa.

Nah, itulah manusia. Yang mencari uang karena tidak berlandaskan sifat qonaah.

Teringat seorang ustadz. Beliau bermukim di Kab. Gowa. Saat itu, beliau berkata semakna ini,

_”Alhamdulillah, gaji saya di bawah 1jt. Alhamdulllah cukup untuk keluarga.”_

Padahal, anaknya sudah 2. Tapi, demikianlah fragmen kehidupan orang-orang yang selalu qona’ah.

Di mindset kita mungkin mustahil cukup, tapi Allah azza wajalla-lah mencukupkan keluarga mereka. Keluarga yang senantiasa syukur atas rezeki-Nya. Qona’a atas pemberian-Nya.

Coba bandingkan diri kita mungkin.
Di saat bisnis, menjual, berdagang, mengapa kadang hasilnya tidak membuat hati puas?

Mengapa bukti transfer buyer, tidak membuat kita tenang di keluarga?

Mengapa resi pengiriman yang puluhan itu, malah membuat kita takut kehilangan dunia?

Mengapa…

Ada apa…

Mungkin saatnya pesan Sa’ad bin Abi Waqqash membumi di hati kita.

*”…jika engkau mencari kekayaan maka carilah dengan sifat qona’ah karena sesungguhnya, ia adalah harta yang tidak pernah habis.”*

đź–ŠKusnandar Putra
https://t.me/sharingnulis