Khalifah Umar bin ‘Abdul ‘Aziz pernah bersurat kepada para gubernurnya,
memerintahkan mereka untuk menutup bulan Ramadhan dengan istighfar dan shodaqoh yaitu zakat fithri.

Dari Abu Hurairah, kata Nabi, “Siapa yang diberi harta oleh Allah, lalu dia tidak menunaikan zakatnya, maka pada hari kiamat hartanya dijadikan:
✅seekor ular jantan aqra’
(botak karena di kepalanya ada banyak racun),
✅yang berbusa dua sudut mulutnya.
✅Ular itu dikalungkan (di lehernya) pada hari kiamat.
✅Ular itu memegang dengan kedua sudut mulutnya,
✅sambil berkata, ‘Saya adalah hartamu, saya adalah simpananmu.” (HR. Bukhari 1403)

Zakat fitri biasa disebut juga sebagai zakat fitrah.

Dalam Shahih Fiqih Sunnah, Syaikh Abu Malik Kamal memberikan defenisi
Zakat Fitri adalah sedekah yang diwajibkan dengan selesainya puasa bulan Ramadhan.

_____

HIKMAH ZAKAT FITHRI. Dalam hadis riwayat Abu Dawud

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ

قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri.

زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ

Zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji,

وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

Dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin.
_____
SIAPA YANG WAJIB MENGELUARKAN ZAKAT FITHRI?

Zakat fithri wajib bagi setiap muslim, kaya atau miskin, dewasa anak anak2, laki2 perempuan, yang mampu menunaikannya.

Yang menjadi tanggungannya jg. Pikun, tidak berakal. Sehingga syarat wajib zakat fithri dua:
(1) Islam dan
(2) Mampu.

Ukuran kemampuan, menurut jumhur ulama (Malikiyah, Syaifi’iyyah, dan Hanabilah) ialah, seseorang memiliki kelebihan makanan pokok bagi dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya, nafkah untuk satu malam ‘Id dan esoknya.

____
DALAM BENTUK APA DIKELUARKAN

Makanan pokok penduduk suatu negeri baik berupa gandum, jagung, beras, atau lainnya. Inilah jumhur madzhab.

Dalam Hadits riwayat Al-Bukhari, kata Nabi

بِزَكَاةِ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ

“…zakat fitri satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum.” (HR. Al-Bukhari)

Dari Abu Sa’id Radhiyalahu ‘anhu, dia berkata, “Kami dahulu di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari fithri mengeluarkan

صَاعًا مِنْ طَعَامٍ
Satu sha’ makanan.

Abu Sa’id berkata, ”Makanan kami dahulu adalah gandum, anggur kering, keju, dan kurma kering.” (HR Bukhari)

Ini adalah makanan pokok di masa itu. Kurma dan gandum. Berbeda di tiap wilayah.

Adapun kita di Indonesia beras

____

BERAPA TAKARANNYA?

Dalam hadits tadi, disebutkan:

1 sho’ = 2,5 – 3 kg = 4 liter

____

BOLEHKAN DENGAN UANG?

Mungkin ada orang beralasan,
“Orang zaman sekarang lebih butuh uang daripada beras.”

Kita jawab,

Dahulu sudah ada mata uang.
Abu Bakar menebus Bilal, 9 uqiyah emas 257jt.

Utsman beli sumur, 12rb dirham.

Tapi Nabi dalam hadisnya tetap menettapkan zakat fitri dengan:

طُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Memberi makan orang-orang miskin.”

Di dlm hadits tidak disebutkan “Yu’ti dirham lil masakin” tapi “tu’matan lil masakin.”

Imam Ahmad pernah ditanya: ‘Bolehkah saya memberi uang dirham -yakni dalam zakat fitrah-?’

Beliau menjawab: ‘Saya khawatir tidak sah, menyelisihi Sunnah Rasulullah’.”

Olehnya itu,
Muzakki (orang yg mengeluarkan zakat) ketidak mengumpulkan zakat ke panitia, hendaknya dengan beras. Bukan uang.

Juga bagi panitia, jika ada jamaah yang menyetor dengan uang, hendaknya dibelikan beras. Jangan sampai zakat jamaah tidak sah. Sebagaimana kata Imam Ahmad.

_____
KAPAN WAKTU MENGELUARKAN ZAKAT?

Ini adalah zakat fitri, berarti menjelang idul fitri. Bukan awal ramadhan, bukan pertengahan.

Sebenarnya, ada 3 waktu mengeluarkan zakat:

1. Waktu wajib: Jumhur ulama berpendapat, tenggelamnya matahari pada hari terakhir bulan Ramadhan.

2. Waktu afdhol: kesepakatan Imam 4, yaitu fajar hari ‘Id.

3. Waktu boleh: mazhab hanabilah, boleh 1 atau 2 hari sblum idul fitri

Dari Abdullah bin Umar, dahulu mereka menunaikannya 1 atau 2 hari sebelum hari Id.” (Bukhari)

Bagaimana kalau lewat dari waktu salat Id? Terhitung sedekah saja.

___

KEPADA SIAPA SASARAN ZAKAT?

Yaitu kepada fakir miskin. Dari hadits Ibnu Abbas,

وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ

“Sebagai makanan bagi orang-orang miskin.”

Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di menjelaskan dalam Tafsir-ny “Fakir adalah orang yang tidak punya apa-apa atau punya sedikit kecukupan tapi kurang dari setengahnya. Sedangkan miskin adalah yang mendapatkan setengah kecukupan atau lebih tapi tidak memadai.”

Bagaimana dengan zakat ke panti asuhan Yatim?

Jawabannya, jika memang mereka yatim yang termasuk kategori miskin, ini bisa.

Tapi kalau dia yatim yang kaya, tidak bisa. Sebab bisa jadi ada anak yatim, tapi dia ditinggal warisan yang banyak.

____

BOLEHKAH MEMBERI ZAKAT KEPADA ORANG TUA?

Jawabannya:

Kaedahnya: “Tidak boleh memberikan zakat kepada orang yang wajib dinafkahi oleh muzakki.”

Syaikh bin Baz mengatakan,
“Tidak boleh bagi seorang muslim mengeluarkan zakat untuk kedua orang tuanya dan juga tidak boleh pula untuk anak-anaknya. Bahkan kewajiban dia adalah memberi nafkah untuk mereka dari hartanya jika mereka butuh dan ia mampu untuk memberi nafkah.”

[Fatawa Al Mar-ah Al Muslimah, terbitan Darul Haytsam, cetakan pertama, 1423 H, hal. 168]

___

ZAKAT FITRI DIMANA DIKELUARKAN?

Syekh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin rahimahullah,

“Selayaknya, kita memahami kaidah bahwasanya zakat fitri itu mengikuti badan, maksudnya badan orang yang dizakati. Adapun zakat harta mengikuti (dimanakah) harta tersebut berada. Berdasarkan hal ini, orang yang berada di Mekkah, zakat fitrinya ditunaikan di Mekkah,..”