“Tanda kebangkitan Islam ialah bangkitnya para pemudanya,” tutur Ustadz Luqman Jamal, Lc. saat tabligh akbar di Masjid al Markaz (3/12/2017).

Kalimat ini dalam sekali maknanya.

Sampai saya sendiri pun, bergetar mendengar ini.

Betapa tidak, pemuda memang adalah masa keemasan. Masa muda ialah masa menerima hidayah. Kalau salah arah di masa muda, sangat rawan di masa tuanya. Demikian sebaliknya.

Masihkah kita ingat data di bawah ini?

Usia 10 Sahabat Nabi yang paling awal masuk Islam, sekaligus dijamin masuk surga oleh Nabi dalam satu hadits.

Ini adalah usia mereka saat masuk Islam:

✔Abu Bakar ash Shiddiq 37 tahun
✔Umar bin Khattab 27 tahun
✔Utsman bin Affan 34 tahun
✔Ali bin Abi Thalib 10 tahun
✔Thalhah bin Ubaidillah 14 tahun
✔Zubair bin Awwam 16 tahun
✔Saad bin Abi Waqqash 17 tahun
✔Said bin zaid 15 tahun
✔Abu Ubaidah bin Jarrah 27 tahun
✔Abdurahman bin Auf 30 tahun
_(Parenting Nabawiyah)_

Tengok kembali!
Lihat kembali!

Betapa banyak anak muda di jamin masuk surga pada data di atas. Usia di bawah 30 tahun, 7 orang sahabat.

Anak muda, betapa mulianya masamu. Masa di antara 2 kelemahan. Yaitu, masa kecil dan masa tua. Kini, dia harus memaksimalkan momentumnya.

Karena itulah, jika sudah banyak anak muda yang memasuki majelis taklim, sholat berjamaah, dan berbagai amalan sholih lainnya, itu merupakan alamat kebaikan. Itu adalah tanda kebangkitan Islam.

Sebaliknya. Jika para pemuda, jarang ke masjid, majelis taklim sunyi dari kehadiran mereka, hal itu merupakan kesedihan tersendiri.

Anak muda jaman now, idealnya, bukanlah sosok yang waktunya habis di media sosial. Raganya letih dari keluyuran sana sini. Pemikirannya terkotori dari syahwat dan syubhat.

Anak muda jaman now, adalah mereka yang paham akan adanya hari akhirat. Semua akan dipertanggungjawabkan. Maka, dia pun mengoptimalkan semua usaha, tenaga, dan pikirnya untuk Islam.

Dia menjadi sebab kebaikan. Mengeksekusi semua sebab-sebab hidayah. Ada tablig akbar, dia berada di garda terdepan, mengisi saf terdepan. Haus akan ilmu syar’i.

Saat dia punya keterampilan, semisal desain, ia mengambil bagian. Membikin desain terbaik agar terbaca oleh masyarakat.

Ituah masa emas. Masa sekarang ini.

Tetaplah semangat, wahai anak muda. Supaya engkau bisa menjawab saat kelak ditanya pada hari kiamat,

“Tentang masa muda, untuk apa dia gunakan?”
(HR. Tirmidzi)

🖊Abu Abdirrahman
https://t.me/sharingnulis