Saya tertarik dengan 2 kisah ini.

Yang pertama,

Ahmad bin Laits pernah mendengar Imam Ahmad rahimahumullah bercerita,

إنى لأدعو الله للشافعى فى صلاتى منذ أربعين سنة يقول اللهم اغفر لى ولوالدى ولمحمد بن إدريس الشافعى

Sungguh aku berdo’a kepada Allah untuk kebaikan Imam Asy-Syafii (guru Imam Ahmad) dalam shalatku selama 40 tahun. Beliau membaca doa,

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَالِدَيَّ وَلِمُحَمَّدِ بنِ إِدْريسَ الشَّافِعِى

“Ya Allah, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan untuk Muhammad bin Idris Asy-Syafii.” (Manaqib Asy-Syafii, karya Al-Baihaqi, 2/254)

Kisah kedua,

Disebutkan oleh Al Qadhi Iyadh di dalam kitab beliau Tartiibul Madaarik bahwa Al Imam Abu Ishaq Al Jibyaani –salah seorang ulama Maalikiyyah- bahwa dikhabarkan kepada beliau tentang kisah seorang guru yang baik.

Beliau bertutur…

وبلغنا عن معلم عفيف، رئي وهو يدعو حول الكعبة ويقول: اللهم أيما غلام علمته، فاجعله في عبادك الصالحين، فبلغني أنه خرج على يديه نحواً من تسعين عالم وصالح…

“Sampai kepadaku khabar tentang seorang pengajar yang mulia. Dia pernah terlihat sedang bermunajat di sekitar Ka’bah dengan mengucapkan,

اللهم أيما غلام علمته، فاجعله في عبادك الصالحين

“Ya Allah, jadikanlah setiap anak yang pernah aku ajari sebagai hamba-Mu yang shalih.”

Maka sampailah khabar kepadaku bahwa lahir dari didikannya sekitar sembilan puluh ulama dan orang-orang shalih.”
(Sumber: Tartiibul Madaarik, 6/246)

Indah sekali potret 2 kisah ini. Saling mendoakan intinya.

Murid mendoakan guru.
Guru mendoakan murid.

Apa artinya?

Pendidikan ternyata adalah sebuah rasa cinta yang terimplementasi dalam bentuk doa.

Sebab, manusia hanya bisa berusaha. Namun, hasilnya tetap dari sisi-Nya. Maka, jangan pernah kita luput dari doa.

Kalau kita berprofesi guru, jangan sungkan mendoakan murid. Doakanlah mereka di saat waktu mustajab. Yang pintar, apalagi yanf nakal. Jangan putus asa!

Kalau kita adalah murid. Jangan lupa jasa guru-guru. Yang mendidik kita bisa membaca al-Qur’an, membaca teks-teks literasi, paham konsep fiqih, dsb. Kalau mereka telah berjasa, apa alasan kita untuk enggan medoakannya?

Yuk, saling mendoakan!