Beberapa Faedah Workshop RPP 1 Halaman yang dilaksanakan di PT Erlangga, Jln. Letjen Hertasning, Makassar. Diselenggarakan  oleh MGMP IPA Kota Makassar, Kamis, 16 Januari 2020

Narasumber: Pengurus MGMP dan Bu Hj. Tarmini, S.Pd., M.M.Pd., dan tim diskusi kelompok

1. Ke depan operator dapodik dihapuskan, guru harus mandiri melek teknologi.

2. Guru harus menguasai teknologi, entah mau pensiun atau masih muda.

3. Dulu ada kisah guru di Kab. Barru yang mengajar matematika melalui sobekan kertas. Dikasih nilai A oleh Bu Hj. Tarmini.

Dulu juga ada guru yang Bu Hj. Tarmini kasih nilai A waktu mengawas. Yang mana guru itu mengajar bilangan positif dan negatif melalui tutup botol warna orange dan biru. Merekalah guru hebat.

4. Dalam RPP 1 halaman, harus ada minimal:
a. Tujuan Pembelajaran
b. Kegiatan Pembelajaran
c. Assesment

5. Buatlah RPP dengan efisien dan efektif.

6. Merdeka mengajar bukan berarti bebas mengajar. Bukan santai-santai setelah mengajar.

7. Di RPP terbaru, tetap ada idenitas sekolah.

8. Setelah ada RPP 1 halaman, jangan lagi ada guru copy-paste.

9. Untuk membuat RPP, guru harus:
a. Baca buku guru,
b. Baca buku siswa, dan
c. Menganalisis.

10. Contoh kalimat kegiatan pembelajaran yang simpel:
>> Siswa membaca buku hal. 20-25

11. Tujuan anak-anak dikelompokkan agar kecerdasan berkomunikasi anak itu tumbuh.

12. Salah satu kecerdaan anak-anak yang harus ditumbuhkan adalah kecerdasan berliterasi.

Kalau ada berita, dia tidak langsung share. Dia punya analisa listerasi kuat. Tidak gagal literasinya.

13. Di era 4.0 ada penerapan heutagogy learning. Yaitu kebebasan kepada pembelajar (learner) untuk menetukan (determine) sendiri belajarnya.

Sehingga, ukuran kelas, bukan lagi. ukuran belajar. Anak bisa mendapat literasi darimana saja.

14. Solusi Pak Nadiem > guru penggerak.

15. Merdeka mengajar tidak sama dengan bebas mengajar

16. Tujuan RPP 1 lembar adalah agar guru menemukan kecerdasan majemuk anak.

17. Saat guru mengajar, di bidang (Kecerasan linguistik) dia menyapa anak,

“Nak shaleh..”

Jangan mengjustice,
“Nakal mentong kamu..”
“Kayak tong cantik..”

18. Jumlah peserta didik dalam 1 kelas, tidak boleh lebih dari 32 siswa.

19. Saat siswa diwajibkan nulis nama orang tua dan tanda tangan di buku, sementara siswa malu. Solusinya, guru dulu tulis namanya di buku siswa tadi dan tanda tangan. Yang mau dihidupkan adalah kecerdasan naturalisasinya (ia tidak malu sebut keluarganya).

20. Tujuan pembelajaran boleh ditulis di papan tulis saat mengajar. Bisa juga di tempel.

21. SMP 8 Makassar dapat dana boss afirmasi. Yang mana untuk pembelian tablet. Itu untuk sekolah yang memang berkembang literasinya.

22. Munculkan karakter berkelompok. Buat kelompok di kelas. Kelasnya lowong. Agar guru dinamis bisa berjalan memantau murid. Jangan guru main WA.

Lalu guru melakukan penilaian otentik (ketika guru jalan-jalan di kelompok)

23. Saat membuka pelajaran. Guru boleh juga bertanya dulu, “Apa mau ta, Nak?” (Mungkin mau dengar kisah dulu, ed-)

24. Untuk menuliskan tujuan pembelajaran, itu diambil dari KD.
Kalau di KD ada 3 unsur objek operasional maka lahir 3 tujuan.

25. Guru jangan bangga jika soal yang dibuat, hanya 3 siswa yang bisa jawab. Karena guru ambil soal, dari yang tidak pernah diajarkan. Ini kesalahan fatal.

26. Guru berdinamika. Setelah salam, guru boleh memaparkan prasyarat.

27. Pada waktu kegiatan membaca, semua siswa harus hening. Jangan guru ajak bicara siswa. Jika ada yang kurang jelas, siswa menandai saja dulu. Nanti ditanyakan ke guru.

28. Saat ada presentasi, guru duduk di belakang. Jangan di depan. Biarkan siswa kuasai panggung.

29. Jika ingin penilaian kelompok. Usahakan semua kelompok juara.
Ada ter-nya. Terbaik, tercerdas, terkompak (ed-)

30. Usahakan guru yang memulai salami anak.

31. Di tujuann pembelajaran, ada ABCD.

Audience = siswa
Behavior = aktivitas
Condition = keadaan
Degree = pencapaian

Contoh:
Dengan praktikum, siswa dapat menjelaskan ttg organisasi kehidupan dengan tepat.

Audience = siswa
Behavior = dapat menjelaskan tentang organisasi kehidupan
Condition = dengan praktikum
Degree = dengan tepat

32. Harus jelas sintaksnya di RPP terbaru. Langkah apa saja. Urutannyya gimana. Gunakan kata kerja operasioanl. Jelas model pembelajarannya.

33. Buku 1 dan 2 guru saat ini sudah tidak ada.

34. Jaga predikat ASN.

35. Guru yang salah: masuk kelas, tidak ada perencanaan.

Ditanya,
“Mana RPP ta’?”
“Di laptop.”
“Mana laptop ta’?”
“Di rumah.”

=====

Alhamdulillah

Makassar, 16 Januari 2020

Kusnadar Putra, S.Pd.

Guru IPA SMP Islam Al Bayyinah Makassar

WA 082 393 134 148

___

NB.

Lampiran RPP 1 atau 2 halaman: