fbpx

Satu hal yang membuat saya terinspirasi dari Ummi…

Ummi biasa membungkus ulang sisa makanan yang tidak habis saat makan di warung. Tidak dibuang, tidak di sia-siakan.

Sebab, Ummi tidak kuat lagi makan yang kadang porsinya kebanyakan dari mas penjual.

Saat kembali ke rumah, beberapa jam kemudian, barulah dikonsumsi kembali.

Kita ingat betul, perbuatan yang tidak baik ialah membuang-buang harta. Termasuk diantaranya, membuang-buang makanan.

Dari Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu ‘anh u, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﺇِﻥَّ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺮِﻩَ ﻟَﻜُﻢْ ﺛَﻼَﺛًﺎ ﻗِﻴﻞَ ﻭَﻗَﺎﻝَ ، ﻭَﺇِﺿَﺎﻋَﺔَ ﺍﻟْﻤَﺎﻝِ ، ﻭَﻛَﺜْﺮَﺓَ ﺍﻟﺴُّﺆَﺍﻝِ

Sesungguhnya Allah membeci kalian karena 3 hal: “katanya-katanya” (berita dusta), menyia-nyiakan harta, dan banyak meminta.
(HR. Bukhari 1477 & Muslim 4578)

Oleh sebab itu, hendaknya kita mengubah kebiasaan membuang makanan saat di warung atau dimana saja. Habisilah makanan itu. Jika memang tidak kuat lagi, bungkus. Bawa ke rumah.

Nanti, pada saat tertentu, makanlah lagi.

Jangan sampai hanya karena “malu” dilihat membungkus makanan, akhirnya mas penjual membuang makanan itu.

Jangan karena kita banyak uang, akhirnya menyia-nyiakan makanan yang masih bisa jadi simpanan.

Ada kisah miris.

Hasan al-Bashri rohimahulloh menceritakan hukuman yang pernah Allah berikan kepada masyarakat yang tidak memuliakan makanan,

ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻫْﻞُ ﻗَﺮْﻳَﺔٍ ﺃَﻭْﺳَﻊَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﻧَّﻬُﻢْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﺴْﺘَﻨْﺠُﻮﻥَ ﺑِﺎﻟْﺨُﺒْﺰِ ، ﻓَﺒَﻌَﺚَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢَ ﺍﻟْﺠُﻮﻉَ ﺣَﺘَّﻰ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻛَﺎﻧُﻮﺍ ﻳَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻳَﻘْﻌُﺪُﻭﻥَ ﺑِﻪِ

Ada sebuah penduduk desa yang Allah beri kelapangan dalam masalah rizki. Sampai mereka melakukan istinja dengan roti. Akhirnya Allah kirimkan penyakit lapar, hingga mereka makan makanan yang mereka duduki.
(Ibnu Abi Syaibah no. 36788)

Astagfirulloh..

Semoga kebiasaan membuang makanan itu tidak terjadi lagi.[]

===

Istinja = membersihkan kotoran yang keluar dari dua jalan (qubul dan dubur)

✏Abu Abdirrahman