Dalam KBBI, berkilah adalah memutarbalikkan kebenaran (dengan menyangkal dan sebagainya) atau mencari-cari alasan.

Kalau kita membaca di berbagai media online, berkilah ini banyak dilakoni oleh media atau kelompok menyimpang seperti Syi’ah.

Namun, pada faktanya hari ini, ada juga sosok “paham Islam” tapi berkilah dengan saudaranya sendiri.

Faktanya dia dari kota A, dia menyangkal dari kota B.

Nyatanya dia mau nikah sama si C, dia berkilah tidak mau nikah.

Faktanya dia dusta, dia masih saja mencari alasan pembenaran.

Padahal, Allah azza wajalla berfirman,

وَلاَ تَلْبِسُوا الْحَقَّ بِالْبَاطِلِ وَتَكْتُمُوا الْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.(QS. Al Baqoroh: 42)

Yang paling parah, apabila oknum berkilah ini, korbannya adalah teman terbaiknya sendiri, sahabat. Bahkah pasangan hidupnya sendiri. Astagfirulloh.

Dia tidak tahu beresikonya karakter “berkilah” ini. Baik terhadap tingkat trust orang lain kepada dirinya ataupun karakternya akan berubah secara perlahan.

Kalau kita mau membahasakan berkilah ini lebih sederhana, itu adalah kedustaan. Lawan kata dari kejujuran.

Perhatikan…

Dari ‘Abdullâh bin Mas’ûd radhiyallahu anhu, ia berkata:

“Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur.

Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’”
(HR. Bukhori dan Muslim)

Semoga Allah azza wajalla menjauhkan kita dari sifat berkilah.[]