fbpx

Memiliki buku adalah rezki dari Allah azza wajalla. Sehingga, hendaknya kita menjaga rezeki tersebut agar tidak tersia-siakan. Berikut ini adalah 5 cara memperlakukan buku yang jarang diungkap:

1. Membungkusnya
Agar tidak terkena debu. Tidak cepat lusuh di hari ke depannya. Tidak luntur karena terkena cairan. Dll dari ragam manfaatnya.

Sumber gambar: https://www.thekingdomshop.com/master-sampul-mika-25×50

2. Memaku Buku yang Terlepas dari Sampulnya
Kadang kualitas lem buku juga tidak baik. Nah, solusinya jangan cuma ngeluh. Tapi, belikan paku buku. Bukan paku payung ya. Hehe

Eh, tapi paku payung/beton juga juga dipakai loh buat polanya dulu. Dipalu-paluin. Lalu, masukin deh paku bukunya. Rapatin bagian belakang.

Sumber gambar: https://www.apalpal.com/2016/05/membuat-amplop-unik-untuk-hadiah-lebaran.html?m=1

Bahkan kadang Anda harus memaku saat membeli buku baru. Kok bisa?

Ya, jika diketahui kualitas cetakannya tidak optimal. Lem bukunya tidak kuat.

3. Membeli Lemari Buku
Sebab, buku butuh tempat juga. Sebagaimana manusia pun butuh tempat berteduh.

Saya sarankan, pesan sendiri model lemari buku di tukang kuseng/kayu.

Sumber gambar: https://alitahome.co.id/shop/rak-buku-minimalis-faiz/

4. Jika Ada Sobek Dilem/Isolasi
Iyalah, jangan dibuang lembarannya. Nanti isinya malah ada yang hilang.

Jika ada lembaran buku yang hilang, segera fotokopi buku teman. Lalu tempel.

5. Jika Ada Gambar Makhluk Bernyawa Dipotong
Supaya masuk malaikat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau besabda.

لاَ تَدْ خُلُ المَلاَئِكَةُ بَيْتًا فِيْهِ كَلْبٌ وَلاَ صُوْرَةٌ

“Artinya : Malaikat tidak akan masuk rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar (bernyawa).”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Rasulullah kepada beliau adalah sebagai berikut.

لا تدع صورة إلا طمستها ولا قبرا مشرفا إلا سويت

“Jangan engkau biarkan gambar makhluk bernyawa kecuali engkau rusak, dan jangan biarkan ada kuburan yang ditinggikan kecuali engkau ratakan” (HR. Muslim).

Semoga bermanfaat