Abdullah bin Zubair -rodiyallohu anhu- berkata,

“Aku tidak pernah melihat 2 orang wanita yang lebih dermawan dibanding Aisyah dan Asma’. Cara kedermawanan mereka berdua berbeda.

Adapan Aisyah rodiyallohu anha, dia biasa mengumpulkan sesuatu dengan yang lainnya hingga terkumpul. Lalu, dia *membagikannya*.

Sementara Asma’ rodiyallohu anha, dia *tidak pernah menahan* apapun untuk hari esok (langsung dia sedekahkan hari itu juga, ed-).”

(Adabul Mufrod, Shahih Isnad)

Masyaallah. Indahnya pribadi 2 wanita ini rodiyallohu anhumaa.

Mindset mereka sama: berderma. Meskipun mekanisme berbeda.

Bandingkan hari ini…

Masih adakah wanita, akhwat, ummahat, berpikiran seperti Aisyah dan Asma’?

Semoga masih ada.

Dikhawatirkan, wanita hari ini hanya dikenal karena dunia hedonnya. Lebih dikenal karena “sering keluar rumah”, lebih dikenal karena “suka membantah suami”, lebih dikenal karena “tukang gosip”.

Wal iyazu billah.

Ataukah wanita hari ini, mengumpulkan harta hanya untuk beli smartphone terbaru? Hanya untuk kesenangan dunia terviral? Tidak berarti itu kesalahan fatal. Namun, harus ada yang dipikirkan tentang kesadaran makna harta sesungguhnya. Itulah apa yang kita sedekahkan.

Semoga potret Asma dan Aisyah kembali menyegarkan pola pikir bahwa di sana, ada muslimah yang lebih mementingkan akhiratnya daripada dunia fana ini.

#CelotehKusnandarPutra | Daftar WA 082393134148